Setiap tahun, Jakarta selalu banjir saat hujan. Puncak musim hujan biasanya antara Januari-Mei Pada puncak hujan ini, banjir mengepung Jakarta, sejumput baik dari hujan yang mulai secara lokal dan distribusi air dari daerah tetangga. Dihadapkan dengan terberat banjir kepala PR Jakarta.


Pada awal 2020 blog pwhm mencatat, yang mengejutkan Jakarta terendam banjir. Berbagai penanganan cepat dieksekusi oleh pemerintah di Jakarta yang dipimpin oleh Anies Baswedan. Namun, Anies wajah banjir tidak banjir biasanya karena dampak perubahan iklim yang ekstrim yang terjadi di seluruh dunia.


Penyebab banjir di Jakarta

  1. hujan lokal
    Bagian tanah di Jakarta adalah kolam, sehingga ketika hujan lebat secara otomatis akan menggenangi Jakarta. Kondisi seperti ini jelas sulit untuk mengobati karena tetesan air tidak selalu mengalir lancar ke saluran air.
  2. Kesadaran Lingkungan
    Diakui, banyak orang di Jakarta yang masih suka membuang sampah ke sungai. Mereka menganggap bahwa dengan membuang sampah di sungai, mereka tidak harus membayar penggerak limbah, halaman belakang pembakaran sampah, atau mengubur sampah di tanah.
  3. Tanah Posisi
    Selain tanah cekungan seperti Jakarta, posisi bumi Jakarta juga menurunkan tingkat laut. Faktor ini kemudian juga menyulitkan titik masih terjebak dalam banjir rawan banjir karena berlalunya aliran air berhenti ketika ketinggian tertentu.
  4. Kota Marshes
    Menurut Chronicle-Betawi Kraton Kraton ditulis di Jawa, Jakarta, sebelumnya dikenal sebagai Jayakarta dan Sunda Kelapa. Dalam waktu sepanjang Jakarta rawa-rawa masih berwujud sebelum memperbarui pemerintah kolonial Kota Jakarta.

pengelolaan banjir di Jakarta

Untuk mengurangi banjir yang terjadi, gubernur Jakarta memberlakukan program naturalisasi sungai yang secara otomatis melakukan pengusiran rumah yang terletak di tepi sungai di Jakarta.

Rumah-rumah mengapa Jakarta sering dikelilingi oleh banjir, karena sungai tidak mengalir dengan lancar. Bahkan kebanyakan orang yang tinggal di sepanjang sampah lemparan sungai ke sungai, sehingga menutup aliran sungai.